Lewati navigasi

helm-batokSerang, Bulan ini polisi lagi rajin-rajinnya merazia helm cetok/helm batok/helm proyek (helm yang tidak menutup bagian belakang kepala|), sudah puluhan helm batok yang terazia dan para pengendaranya diberikan surat peringatan.

Alasan adanya razia helm cetok dikarenakan helm tersebut tidak sesuai dengan standar keselamatan berkendara. Bila mengenakan helm tersebut dan terjadi kecelakaan, otak kecil yang berada dibagian belakang kepala bisa terluka atau bahkan rusak karena tidak terlindungi.

Awalnya, penggunaan helm standar (helm half face/full face||) hanya diwajibkan untuk pengendara motor sedangkan untuk penumpangnya masih diperbolehkan menggunakan helm cetok. Namun, baru-baru ini untuk pengendara dan penumpangnya diwajibkan menggunakan helm standar.

Bagaimana helm cetok banyak diminati? alasannya simple, karena harganya lebih murah dibandingkan helm standar. Umumnya harga helm standar dapat mencapai puluhan ribu atau ratusan ribu (ada juga yang jutaan) sedangkan helm cetok hanya berkisar diharga belasan ribu (Tapi, bukankah harga sebuah jiwa/keselamatan lebih mahal?!!). Untuk membeli helm half face/full face sebaiknya perhatikan kualitas (harga dinomor duakan|), karena percumakan kalau kita membeli helm half face/full face tetapi kualitasnya sama dengan helm cetok.

Diantara kesedihan pengendara motor yang kehilangan helmnya, ternyata dimanfaatkan oleh pedagang helm dengan menaikkan harga helm standar menjadi 2 kali lipat. Ini miris, mengingat pengendara motor jadi tidak memiliki solusi dari ketentuan helm standar yang diberlakukan.

oleh: hana caraka

Motor CVT atau matik sangan gampang dikendari. Tak perlu perseneling dan kopling, hanya gas dan rem, motor pun langsung meluncur. Tetapi yang gampang ini ternyata tak selalu aman atau nyaman. Kemudahan bisa jadi bahaya kalau tak biasa atau tak tahu cara mengendalikan dengan benar.

Motor CVT atau matik sangan gampang dikendari. Tak perlu perseneling dan kopling, hanya gas dan rem, motor pun langsung meluncur. Tetapi yang gampang ini ternyata tak selalu aman atau nyaman. Kemudahan bisa jadi bahaya kalau tak biasa atau tak tahu cara mengendalikan dengan benar.

GAS
Problem biasanya dialami orang-orang yang biasa memakai motor manual, lalu beralih ke matik. Anatomi dan performa motor berbeda, tapi cara memperlakukan si motor engak berubah. Tak ada lagi rem belakang atau perseneling di kaki, semua kontrol ada di tangan. “Orang yang biasa bawa motor manual perlu menyesuaikan diri. Ada kendala, kontrol yang biasanya di kaki sekarang semua ada di tangan,” kata Chris Djuli.

Lho, bukannya naik motor matik itu gampang? Betul sekali, tetapi tanpa kontrol, semua kemudahan ini bisa jadi senjata makan tuan. “Skutik memang gampang sekali, tinggal gas dan rem saja. Tapi karena itu banyak orang jadi lepas kontrol, tahu-tahu sudah lari sangat kencang, tambahnya. Karena itu, menggeber gas dan pengereman motor matik perlu dilakukan dengan sentuhan yang berbeda. Pada motor matik yang bekerja dengan putaran, tidak akan dihasilkan tenaga seresponsif motor manual. Performa yang cenderung lambat ini, ternyata memang disengaja untuk safety.

Skutik bisa langsung meluncur begitu mesin dihidupkan, ini berbahaya buat pengendara baru karena motor bisa meloncat liar. Karena itu skutik dilengkapi pengaman, seperti pada Honda Vario ada kunci pengaman rem belakang. Pada rpm tertentu baru bisa bergerak., sehingga untuk pemula bisa start pelan-pelan. Biasanya mulai sekitar 1.500 rpm baru jalan. Jadi bukan karena skutik lemot tapi memang disengaja untuk safety.

Karakter ini biasanya tidak memuaskan biker yang sebelumnya pemakai motor manual. Akibatnya mereka sering geber gas habis-habisan karena mengharap performa yang lebih galak. Padahal, motor matik mestinya diperlakukan dengan lembut. Motor matik tarikannya lebih halus. Meskipun gas ditarik keras, tetap perlu waktu yang lebih lama untuk merespon. Roller CVT-nya enggak bisa langsung membuka dengan cepat untuk menghasilkan lompatan tenaga yang besar” papar Riswandi, dari PT YMKI.

Kalau sering dipaksa narik terlalu keras motor bisa jadi lebih rakus bahan baker. Untungnya motor matik disini rata-rata cc nya masih kecil antara 115-125 cc. Kalau kapasitas motornya lebih besar, konsumsi bahan bakar lebih besar lagi, katanya. Saat gas ditarik keras, gerakan CVT otomatis juga lebih cepat, tingkat keausannya pun jadi lebih tinggi. Tapi ini tidak terlalu besar pengaruhnyakarena dari awal desainer motornya telah mengantisipasi dengan pemakaian material yang tahan gesek.

REM

Pengaruh dan bahaya terbesar justru muncul dari cara pengereman yang salah. Kalau motor manual bisa dibantu engine brake, pada motor matik bergantung sepenuhnya pada rem di tangan. Kalau masih baru, biasanya kagok, mestinya tangan sudah ngerem, malah cari-cari pijakan kaki. Akibatnya telat berhenti atau ngerem habis-habisan, papar Chris.

Kalau kecepatan motor tidak terlalu tinggi, rem belakang saja sudah cukup untuk menghentikan motor. Tetapi kalau motor tengah melaju kencang, perlu trik yang berbeda kalau mau berhenti dengan selamat. “Tarik rem dua-duanya, depan dan belakang secara bersamaan, tapi jangan keras-keras. Pelan-pelan saja agar ban belakang enggak ngebuang, saran Chris. Atau yang lebih enak pakai combi brake, jadi sekali tarik salah satu tuas rem maka kedua-duanya roda depan dan belakang otomatis langsung berhenti.

Stop and Go

Selain itu buang kebiasaan menarik gas dan rem pada saat bersamaan. Ini biasanya dilakukan pengendara yang terjebak kemacetan, agar bisa stop and go dengan cepat. Tak hanya memperpendek umur rem belakang, kebiasaan tersebut bisa juga mengancam rumah kopling dan roller CVT.

“Outer shift atau rumah kopling belakang jadi seperti terbakar dan slip. Kalau dibongkar bagian belakang rumah koplingnya berwarna kebiruan, ungkap Riswandi. Sementara kebiasaan main gas dan saat masih mengerem disebutnya bikin roller cepat peyang. Kemakan oleh gesekan tapi pada posisi yang enggak rata akibat akselerasi naik turun dengan cepat tadi. Ribet? Enggak juga, kuncinya gampang saja, selalu perlakukan matik dengan lembut. (sumber: www.varioclub.com)

Jakarta (ANTARA News) – Pasar sepeda motor automatic (matic) tumbuh pesat di Indonesia dan menciptakan peluang konsumen baru sehingga pasar sepeda motor di Indonesia diperkirakan mampu tumbuh di atas 20 persen.

“Sepeda motor matik menciptakan pembeli-pembeli (sepeda motor) baru,” kata Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Hermawan di Jakarta, Selasa.

Hal itu, menurut dia, terlihat dari tumbuh pesatnya pasar sepeda motor matic dari kisaran 6-8 persen tahun lalu dari total pasar sepeda motor nasional menjadi sekitar 16 persen tahun ini .

“Saat ini produksi sepeda motor matik AHM mencapai sekitar 25 ribu unit per bulan dari 20 ribu unit tahun lalu ketika pertama kali Vario (sepeda motor matic AHM) kami luncurkan,” ujar Hermawan.

Bahkan, lanjut dia, sebagai pemain baru di segmen sepeda motor matic, AHM mampu menguasai sekitar 55 persen permintaan sepeda motor matic di Bali yang merupakan pasar utama matik di Indonesia.

“Dengan permintaan yang tumbuh pesat itu, kami menuju produksi 30 ribu sepeda motor matic per bulan,” kata Hermawan.

Ia memproyeksikan kontribusi penjualan sepeda motor matik AHM bisa mencapai sekitar 16 persen dari total penjualan AHM tahun ini yang ditargetkan mencapai sekitar 2,5 juta -2,6 juta tahun ini.

Hal senada dikemukakan oleh Wakil Presdir PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti yang merupakan perintis pasar sepeda motor matic.

Menurut dia, pasar sepeda motor matic memang tumbuh pesat. Jika tahun lalu pangsa pasarnya mencapai 12 persen dari total penjualan sepeda motor seluruh Indonesia yang mencapai sekitar 4,4 juta unit, tahun ini pangsa pasarnya bisa mencapai 30 persen dari total penjualan sepeda motot tahun ini yang diproyeksikan mampu menembus angka lima juta unit.

“Produksi Mio (sepeda motor matic Yamaha) terus meningkat, jika pada Januari produksinya mencapai 20 ribu unit, Februari lalu produksinya naik mencapai 23 ribu unit,” katanya.

Lebih lanjut Dyonisius mengatakan pasar di Bali yang merupakan penjualan Mio terbesar sedang lesu. Hal itu, menurut dia, karena turunnya jumlah turis asing yang datang ke Bali, sehingga menyurutkan penjualan sepeda motor matik. (sumber: www.antara.co.id)

INILAH.COM, Jakarta – Pasar sepeda motor matik (skutik) terus meningkat setiap tahunnya secara signifikan terutama di daerah yang memiliki infrastruktur jalan mendatar dan bagus kondisinya.

“Permintaan skutik terus meningkat,” ujar Pemasaran AHM Sigit Kumala di sela Honda Fiesta di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan pada 2006 pangsa pasar skutik mencapai sekitar 8,4 persen dari total penjualan sepeda motor nasional. Penguasaan pasar skutik itu terus meningkat menjadi sekitar 18 persen pada 2007.

“Pada Januari-Februari 2008 pangsa pasar skutik telah mencapai sekitar 24%,” ujar Sigit.

Meningkatnya permintaan skutik di Indonesia, mendorong AHM sebagai pemimpin pasar sepeda motor nasional untuk memperkuat penguasaan pasarnya terhadap segmen skutik di Indonesia.

“Kami akan mengeluarkan ‘adik’-nya Vario (sepeda motor skutik Honda) untuk memperkuat daya saing AHM di pasar skutik,” katanya.

Pada penjualan sepeda motor skutik periode Januari-Pebruari 2008, AHM menguasai sekitar 24%. Sedangkan pemimpin pasar skutik Yamaha menguasai sekitar 57%.

Sigit mengakui skutik baru yang rencananya diluncurkan pada triwulan II tahun ini untuk memperkuat persaingan dengan Yamaha Mio, sehingga AHM lebih mampu mempertahankan penguasaan pasar sepeda motor di Indonesia yang tahun lalu mencapai 45,7%.

“Kami berharap skutik terbaru nanti mampu meningkatkan penguasaan pasar skutik Honda, setidaknya mencapai 24-26%. Memang tidak bisa terlalu drastis (penguasaan pasar skutik) naik, karena pasar skutik terbatas di daerah yang infrastruktur jalannya datar dan bagus,” kata Sigit.(sumber: inilah.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.